Di kota ini anak-anak kita harus mendapat asupan makanan sehat yang baik sehingga gizi mereka tercukupi dan sehat secara jasmani untuk mengikuti segala kegiatan belajar.

Sejak tahun lalu Pemprov DKI Jakarta menjalankan program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS). Pagi tadi kami meninjau PMT-AS di SDN Kedaung Kali Angke 03 dan 08 Pagi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kita terus mendorong program ini dengan beberapa terobosan. Salah satunya adalah variasi makanannya, kalau dulu ada dua, sekarang ada 29 jenis. Makanan tersebut akan disantap peserta didik secara bergantian sesuai penjadwalan yang ditetapkan.

Sejumlah makanan tersebut telah mendapatkan rekomendasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dimana terdiri dari makanan sehat, bergizi, beragam, berimbang, dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu kita juga mempertimbangkan faktor selera dengan menonjolkan kearifan lokal.

Jumlah anggaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk PMT-AS sebanyak Rp 324 Miliar. Sasaran untuk alokasi anggaran dari program tersebut meliputi; Jumlah sekolah yang menerima PMT-AS sebanyak 459, terdiri dari; 375 sekolah SD sebanyak 137.718 siswa, 75 sekolah TKN dan TPAN sebanyak 5.304 siswa, dan 9 sekolah SLB sebanyak 1.700 siswa.

Pengadaan makanannya melalui tipe swakelola 3 dan 4, dengan pendekatan mekanisme BOP Sekolah. Sehingga diharapkan dapat turut menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar sekolah tersebut.

Kita berharap semoga PMT-AS bisa menjangkau seluruh kelurahan, khususnya yang masuk kategori kampung klasifikasi masyarakat kurang mampu.

#PMTAS
#AnakJakartaSehat

Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) punya tujuan untuk meningkatkan kecukupan asupan gizi peserta didik, dan meningkatkan ketahanan fisik siswa dalam mengikuti proses kegiatan belajar. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Ada 29 varian menu pada PMT-AS, yang tentunya rekomendasi dari Dinkes DKI Jakarta terdiri dari makanan sehat, bergizi, beragam, berimbang, dan aman untuk dikonsumsi.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Penasaran apa saja? Simak infografis berikut ya!⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
#DKIJakarta⁣⁣⁣
#Jakarta⁣⁣⁣
#PemprovDKIJakarta⁣⁣⁣
#AniesBaswedan⁣⁣⁣
#DinkesDKIJakarta⁣⁣⁣
#PMTAS⁣⁣⁣
#AnakJakartaSehat⁣⁣⁣
#DinasPendidikanDKIJakarta

Tadi pagi, Jumat (5/4), Gubernur Anies Baswedan meninjau program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) di SDN Kedaung Kali Angke 03 dan 08 Pagi, Jakarta Barat.

Tahun ini PMT-AS punya 29 varian menu bergizi yang diberikan secara bergantian kepada murid PAUD, SDN, SLB, di 53 Kelurahan yang termasuk dalam program Penataan Kampung. Kalau kamu penasaran dengan varian menu apa saja, lihat di postingan sebelumnya ya!

PMT-AS ini tujuannya untuk meningkatkan kecukupan asupan gizi peserta didik, meningkatkan ketahanan fisik siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), serta meningkatkan partisipasi masyarakat langsung di lingkungan sekolah.

Menu yang disajikan berdasarkan rekomendasi dan dipantau oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta dari segi pengemasan, penyajian dan pendistribusian.

#DKIJakarta
#Jakarta
#PemprovDKIJakarta
#AniesBaswedan
#DinasKesehatanDKIJakarta
#PMTAS
#AnakJakartaSehat
#JakartaMajuBersama

Merdeka.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengunjungi SDN Kedaung Kaliangke 03, 08, 09, 12, dan 13, Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat. Anies akan meninjau Program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS).

“Pagi ini di SDN Kedaung Kaliangke 03 Pagi kita menyaksikan pelaksanaan program PMT-AS,” kata Anies di Lapangan SDN Kedaung Kaliangke 03 Pagi, Jum’at (5/4).

Menurutnya program ini sudah berjalan sejak tahun 2018 sebagai upaya untuk mendorong kecukupan gizi bagi anak-anak. Program yang menyasar 144 ribu anak-anak di seluruh Provinsi DKI Jakarta ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 324 miliar. PMT-AS telah dilaksanakan di 459 sekolah di seluruh Jakarta.

Anies mengatakan bahwa pemilihan varian menu pada PMT-AS mempertimbangkan beberapa hal, salah satunya yang wajib adalah terkait gizi.

“Variasi makanan yang kita siapkan mempertimbangkan faktor gizi dan juga kearifan lokal,” kata Anies.

Terdapat 29 varian menu, dalam menu yang dipamerkan terlihat buah-buahan lokal mendominasi varian menu tersebut, seperti salak, duku, jeruk lokal, jambu air, manggis, dan kelengkeng.

PMT-AS sendiri merupakan amanat dari Peraturan Gubernur Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah pada Satuan Pendidikan, serta Peraturan Gubernur Nomor 7 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Gubernur Nomor 59 Tahun 2016 tentang Biaya Operasional Pendidikan Sekolah Negeri/Madrasah Negeri.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kecukupan asupan gizi peserta didik, meningkatkan ketahanan fisik siswa dalam mengikuti kegiatan belajar, menerapkan Perilaku Hidup Sehat (PHBS) dan Lingkungan Bersih dan Sehat, serta meningkatkan partisipasi masyarakat langsung di lingkungan sekolah.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com [lia]

BAGIKAN
Berita sebelumyaRilis Patch Pembaruan Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019.e
Admin merupakan penulis yang masih terus belajar dan terus mencoba mengembangkan apa yang ada di diri untuk berbagi pada sekitar. Skill perlu diasah setiap hari agar dapat bermanfaat untuk sesama. Semoga yang baik bisa menjadi amal ibadah, dan yang buruk kembali pada diri saya dalam bentuk ampunan-Nya, aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here