Menkes dan Gubernur DKI Hadiri Imunisasi Difteri di Cengkareng

Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri pelaksanaan imunisasi ulang atau Outbreak Response Immunization (ORI) difteri, di SMAN 33 Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (11/12) pagi.
Pelaksanaan ORI serentak dilakukan di sejumlah daerah lain se Indonesia yang juga ditetapkan kejadian luar biasa (KLB) difteri. Sekitar 1,2 juta vaksin pencegah penyakit difteri akan diberikan secara gratis bagi warga Jakarta. Hadir sejumlah pejabat Pemprov DKI, Wali Kota Jakarta Barat HM Anas Efendi dan jajarannya.
Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, mengatakan pemerintah mengeluarkan anggaran hingga ratusan miliar untuk mengadakan vaksin difteri. Vaksin pencegah penyakit difteri itu akan diberikan secara gratis. “Ini (vaksin difteri) diberikan gratis untuk masyarakat. tetapi tidak gratis untuk Kemenkes karena harus mengeluarkan biaya,” ujarnya.
Diungkapkan, anggaran yang dikeluarkan tersebut tidaklah murah. Meski demikian, pengadaan vaksin harus dikeluarkan. “Anggaran yang kami keluarkan bukan hanya untuk imunisasi, tapi juga pengobatan penderita difteri. Serum yang diberikan untuk tiap penderita biayanya mencapai Rp 4 juta,” sebutnya. Selain wilayah Jakarta Barat dan Utara.
Pemerintah juga akan melakukan kegiatan ORI difetri di sejumlah daerah yang ditetapkan KLB. Selanjutnya, ORI akan dilakukan di Jawa Timur. Pada kesempatan itu Menkes menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemprov DKI yang telah mendukung pelaksanaan ORI Difteri di Ibukota. “Terima kasih Pak Gubernur yang telah mengambil langkah cepat penanganan kasus penyakit Difteri. Imunisasi merupakan langkah preventif guna mencegah penyebaran penyakit yang menyerang antibodi kepada anak anak,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Anies Baswedan mengatakan kasus penyakit difteri di wilayah DKI mengalami peningkatan. Dalam empat tahun terakhir, angkat penyakit difteri berjumlah 25 kasus. “Kami harapkan sebelum Asian Games, Jakarta terbebas dan aman dari penyakit difteri. Kasus difteri terbanyak adalah wilayah Jakarta Utara dan Barat,” ujarnya usai pencanangan ORI difteri.
Menurutnya, Pemprov DKI membutuhkan vaksin difteri sekitar 2,9 juta. Sedang vaksin yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan hanya 1,2 juta. Jumlah vaksin itu akan diberikan kepada warga Jakarta Barat dan Utara dengan sasaran usia 1-19 tahun. Sementara sisa vaksin, 1,7 juta akan ditanggulangi anggaran Pemprov DKI. “Sisanya akan kita beli sendiri. Kita carikan dananya dan ini penting bisa mendapatkan vaksin. Masih ada kekurangan Rp 70 miliar. Kita akan usahakan dananya,” ujar Gubernur.
Kegiatan ORI akan dilakukan di seluruh sekolah seperti PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTS, SMA/MAN dan perguruan tinggi. Selain itu juga dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, RSUD serta tempat lainnya. (why/aji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here